FARMASI

Senin, 26 Maret 2018

Pengolahan Bahan Nabati

1. ALOE
Nama lain
:
Jadam atau Aloes.
Nama tanaman asal
:
Bermacam-macam jenis Aloe: Aloe perryi (Bakar), Aloe barbadensis (Miller), Aloe ferox (Miller), Aloe africana (Miller), atau Aloe spicata (Baker).
Keluarga
:
Liliaceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Damar, aloin, air dan abu. Sifat Purgatif disebabkan oleh 3 pentosida yaitu  barbaloin (=aloin), isobarbaloin dan betabarbaloin. Hidrolisa dari barbaloin antara lain menghasilkan aloe emodin dan d-arabinosa.
Penggunaan
:
Pencahar.
Pemerian
:
Semua jenis jadam berasa sangat pahit dan menimbulkan rasa  mual.
Bagian yang digunakan
:
Cairan yang keluar dari potongan daun segar.
Jenis-jenis, cara panen, dan perbedaannya
:
1.    Jadam Curacoa diperoleh dari Aloe barbadensis, Aloe vera, Aloe vulgaris. Batang sangat pendek dan mengayu,  bunga kuning terang.  Pada  permulaan  musim semi,  daun-daun dipotong pada pangkalnya, diletakkan miring dalam        lubang bentuk V. Cairan yang keluar ditampung dalam tong, dibiarkan        menguap di udara atau direbus dalam panci tembaga sampai kental,  dimasukkan  cetakan  dan   dibiarkan menjadi keras.
2. Jadam Cape diperoleh dari Aloe fero, Aloe africana, Aloe Spicata (Aloe eru varcernuta). Batang tinggi seperti pohon sampai  5 meter,  daun-daun sebanyak 30-50 helai, bunga putih. Daun yang telah dipotong ditampung cairannya dalam kanvas atau kulit kambing.  Cairan ini  kemudian dikumpulkan dalam drum atau kaleng, direbus selama 4-5 jam dengan dituang ke dalam cetakan dan dibiarkan menjadi keras.
3. Jadam Sekotrin, massa  yang licin,  mengkilap warna hitam kemerahan  sampai  hitam kecoklatan kadang-kadang lunak. Mudah dipatahkan, patahan berbentuk kerang dengan tepi yang tajam, jadam yang segar disimpan lama, bau mirip campuran putik krokus, dan mira.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.
                                      
2. CAMPHORA
Nama lain
:
Kamfer.
Nama tanaman asal
:
Cinnamomum camphora (L.).
Keluarga
:
Lauraceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Kamfer (C12H16O).
Penggunaan
:
Karminativa, obat kejang, obat gatal, obat encok, dan anti iritansia.
Pemerian
:
Hablur butir atau massa hablur, tidak berwarna atau putih, bau khas tajam, rasa pedas, dan aromatik.
Cara panen
:
Potongan akar, batang, dan cabang dialiri uap air, uap yang berisi minyak ditampung dalam kamar pendingin yang air pendinginnya mengalir dari atas ke bawah melewati dinding kamar, kamfer menempel  di sebelah atas  dan  sebelah bawah  terdapat  minyak dan air.  Minyak  disaring untuk  memisahkan  kamfer yang ada di situ.   Kamfer  yang  diperoleh  masih  kotor  berwarna  agak    jambon dan lunak. Untuk  pemurniannya  dicampur  kapur  sebanyak 1/5 bobotnya dipanaskan dalam periuk besi untuk membuang air dan minyak atsiri (suhu 100oC)  setelah itu suhu dinaikkan sampai 175o-200oC untuk menyublimasikan kamfernya.
Sediaan
:
-         Lotio Kummerfeldi (Form.nas).
-         Solutio Camphora spirituosa (F.N).
-         Tabulae Acidi acetylosalicylici compositum (FOI).
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

3. CARBO  ADSORBENS
Nama lain
:
Karbo adsorben atau arang penyerap.
Ketentuan
:
Arang yang dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan tertentu, telah diaktifkan untuk mempertinggi daya serap.
Penggunaan
:
Antidotum.
Pemerian
:
Serbuk sangat halus, bebas dari butiran, warna hitam, tidak berbau, tidak berasa.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

4. CATECHU
Nama lain
:

Gambir.

Nama tanaman asal
:
Uncaria Gambier (Hunter Roxb).
Keluarga
:
Rubiaceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
25–50% asam katekutanat, 2-8% isokatekin, akakatekin, kuersetin, dan merah kateku.
Pemerian
:
Tidak berbau, rasa mula-mula pahit dan rasa kelat-sepat, kemudian agak manis.
Bagian yang digunakan
:
Sari air kering yang diperoleh dari daun dan ranting muda.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik

5. COLOPHONIUM

Nama lain
:
Gondorukem, Resina, atau Rosin.
Nama tanaman asal
:
Beberapa spieces Pinus.
Keluarga
:
Pinaceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Isomir dan modifikasi dari anhidrat asam abietat, termasuk golongan ini adalah asam primarat, asam sapinat.
Penggunaan
:
Bahan salep dan pleister, berkhasiat mencegah oksidasi dari lemak, maka berguna sebagai bahan pengawet salep.
Pemerian
:
Masa jernih seperti kaca, warna kuning pucat atau kuning kecoklatan, bersudut-sudut, rapuh mudah lengket satu dengan    lainnya, bau dan rasa lemah, dan mirip ter.
Bagian yang digunakan
:
Sisa yang diperoleh pada penyulingan minyak atsiri dari damar minyak.
Jenis-jenis
:
1.  Gondorukem gom, sisa dari minyak terpentin yang disuling minyak atsiri, bubuknya berwarna putih, tidak lunak         50 o-70 oC.
2.    Gondorukem kayu, diperoleh dari kayu pinus secara penyulingan, penyarian atau kedua cara ini bersama-sama, bubuknya berwarna kekuning-kuningan, bagian yang tidak tersabunkan lebih banyak dari pada gondorukem gom, titik lunak 53o–55oC.
Sediaan
:
Solutio Mastichis compositus (FOI).
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

6. GALLAE

Nama lain
:

Jenitri.

Nama tanaman asal
:
Quercus infectoria (Oliver).
Keluarga
:
Fagaceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Asam penyamak  50-75%,  asam galat,      2-4%, damar, pati, dan kalsium oksalat.
Penggunaan
:
Obat wasir (sebagai salep) dan bagian dari jamu singset.
Pemerian
:
Bau lemah, rasa sangat kelat, dan agar manis.
Cara panen
:
Serangga Cynips tinctoria (keluarga Cynipidae) menaruh telur-telurnya pada pucuk-pucuk dan batang-batang muda, larva yang keluar dari telur tersbut mengeluarkan cairan berisi enzima yang dapat merubah pati  yang terdapat dalam  sel-sel  disekitar  larva    tersebut menjadi gula,  perubahan  dari  pati  kegula  ini,   makin meningkat dan merangsang sel-sel jaringan yang bulat tengahnya berongga (karena dimakan larva tersebut). Jenitri yang baik diperoleh dari jaringan yang belum ditinggalkan serangganya, berat dan tergantung warnanya dinamakan  jenitri biru, hijau atau hitam. Jika telah ditinggalkan oleh serangganya, ringan, lebih  menyerupai bunga karang dan berwarna pucat, disebut jenitri putih dan    nilainya rendah.
Sediaan
:
Acidum Tannicum (F.I).
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

7. GLYCYRRHIZAE  SUCCUS
Nama lain
:
Sari akar manis atau Succus Liquiritiae.
Nama tanaman asal
:
Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera.
Keluarga
:
Papilionaceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Gliserizin sampai 15%, gula, lendir zat putih telur, air,  zat yang dapat disari 49%, dan yang tidak dapat larut dalam air 5%.
Persyaratan kadar
:
Kadar glizerin tidak kurang 10% dihitung terhadap zat yang telah  dikeringkan.
Penggunaan
:
Obat batuk.
Pemerian
:
Batang berbentuk silinder/bongkah besar, licin agak mengkilap warna hitam, coklat tua, atau  serbuk berwarna coklat,  bau khas lemah, rasa manis khas.
Bagian yang digunakan
:
Akar yang masih segar disari dengan air mendidih, sari diuapkan dan dikeringkan hingga bebas air.
Penyimpanan
:
Dalam wadah  tertutup  baik.

8. ICHTHAMMOLUM

Nama lain
:
Ichtamol, Ichthyol
Asal
:
Garam amonium asam sulfonat yang diperoleh dari batuan bitumen, bercampur dengan ammonium sulfat dan air.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Senyawa belerang, amonium sulfat
Persyaratan kadar
:
Kadar belerang organik tidak kurang dari 10,5% dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan, kadar belerang dalam bentuk sulfat tidak lebih dari 25% dari kadar belerang jumlah.
Penggunaan
:
Antiseptika lemah dan obat batuk.
Pemerian
:
Cairan kental, warna hampir hitam, dan berbau khas.
Sediaan
:
Solutio Ichtammoli Aetheris (Form.Ind.).
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

9. NATRII  ALGINAS
Nama lain
:

Natrium Alginat.

Nama tanaman asal
:
Nacrocystis pyrifera (Turn.),      Laminaria sacharina (L.),            Laminaria digitata (L.), dan  Nereocystis luetkeana (Mers.).
Keluarga
:
Lessoniaceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Garam natrium dari asam alginat (suatu asam poliuronat).
Penggunaan
:
Emulgator.
Pemerian
:
Serbuk halus atau kasar, warna putih kekuningan, hampir tidak  berbau, dan hampir tidak berasa.
Pembuatan
:
Merupakan karbohidrat yang dimurni-kan diperoleh dengan penyarian ganggang coklat menggunakan alkali encer, sebagian besar dari garam natrium dari asam alginat.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

10. PIX  LIQUIDA

Nama lain
:
Ter Kayu.
Nama tanaman asal
:
Pinaceae.
Zat berkhasiat utama/isi
:
Hidrokarbon (benzol, toluol, silol, stirol, naftalin, parafin, terpen, politerpen), furfurol, metilfurfuran, dimetilfurfuran, fenol kresol, pirokatekin, guayakol, dan pirogalol.
Penggunaan
:
Obat eksim menahun dan obat batuk.
Pemerian
:
Masa kental, lebih berat dari air, warna coklat tua hampir hitam bau khas, rasa khas, dan empireumatik.
Bagian yang digunakan
:
Masa kental yang diperoleh dari penyulingan kering kayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar