FARMASI

Senin, 26 Maret 2018

SEDIAAN GALENIKA

Istilah galenika di ambil dari nama seorang tabib Yunani yaitu Claudius Galenos (GALEN) yang membuat sediaan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan dan hewan, sehingga timbulah ilmu obat-obatan yang disebut ilmu galenika.
Jadi Ilmu Galenika adalah : Ilmu yang mempelajari tentang pembuatan sediaan (preparat) obat dengan cara sederhana dan dibuat dari alam (tumbuhan dan hewan).
Pembuatan sediaan galenik secara umum dan singkat sebagai berikut :
         ·     Bagian tumbuhan yang mengandung obat diolah menjadi simplisia atau bahan obat nabati.
         ·     Dari simplisia tersebut obat-obat (bahan obat) yang terdapat di dalamnya diambil dan diolah         dalam bentuk sediaan/preparat.

          Tujuan dibuatnya sediaan galenik :
        1. Untuk memisahkan obat-obat yang terkandung dalam simplisia dari bagian lain yang                     dianggap tidak bermanfaat.
        2. Membuat suatu sediaan yang sederhana dan mudah dipakai
        3.  Agar obat yang terkandung dalam sediaan tersebut stabil dalam penyimpanan yang lama.

         Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan galenik
        1.  Derajat kehalusan
     Derajat kehalusan ini harus disesuaikan dengan mudah atau tidaknya obat yang terkandung          tersebut di sari.
     Semakin sukar di sari, simplisia harus dibuat semakin halus, dan sebaliknya.

        2.  Konsentrasi / kepekatan
     Beberapa obat yang terkandung atau aktif dalam sediaan tersebut harus jelas konsentrasinya         agar kita tidak mengalami kesulitan dalam pembuatan.
        3. Suhu dan lamanya waktu
     Harus disesuaikan dengan sifat obat, mudah menguap atau tidak, mudah tersari atau tidak.
 4.  Bahan penyari dan cara penyari

  Cara ini harus disesuaikan dengan sifat kelarutan obat dan daya serap bahan penyari ke dalam      simplisia.

Bentuk-bentuk sediaan galenik

1.  Hasil Penarikan : Extracta, Tinctura, dan Decocta/Infusa.
2.  Hasil Penyulingan/ pemerasan  : Aqua aromatika, olea velatilia (minyak menguap), dan olea pinguia (minyak lemak).

3.   Syrup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar